Pengertian Proses dan Pengantar Blog Proses.org

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pengertian Proses

Pengertian Proses

Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya.

Jika anda menemui kesalahan dalam pembahasan suatu proses anda dapat menghubungi admin pada halaman Hubungi Kami, Kami akan segera mencari sumber lainnya sebagai pembanding untuk Proses yang anda laporkan.

Jika anda memiliki pengetahuan tentang suatu proses kami sangat berterima kasih jika anda bersedia untuk menyumbangkan sedikit ilmu yang anda ketahui, untuk membantu para pengunjung lain untuk memahami proses yang anda ketahui. Jika anda ingin berbagi Ilmu pengetahuan yang anda miliki anda dapat mengirimkannya lewat Halaman Kirim Artikel.

Posted in Proses Umum | Tagged | Comments Off

Proses Pembibitan Alpukat Yang Baik

Proses Pembibitan Alpukat Yang Baik dapat anda ketahui dan pelajari dengan menyimak tulisan dibawah ini :

Proses Pembibitan Alpukat

Proses Pembibitan Alpukat

1. Persyaratan Bibit
Bibit yang baik antara lain yang berasal dari :

  • Buah yang sudah cukup tua.
  • Buahnya tidak jatuh hingga pecah.
  • Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin emungkinan adanya persarian bersilang.

2. Penyiapan Bibit

Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi). Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat yang sama dengan induknya.

3. Teknik Penyemaian Bibit

a. Penyambungan pucuk (enten)

Pohon pokok yang digunakan untuk enten adalah tanaman yang sudah berumur 6-7 bulan/dapat juga yang sudah berumur 1 tahun, tanaman berasal dari biji yang berasal dari buah yang telah tua dan masak, tinggi 30 cm/kurang, dan yang penting jaringan pada pangkal batang belum berkayu. Sebagai cabang sambungannya digunakan ujung dahan yang masih muda dan berdiameter lebih kurang 0,7 cm. Dahan tersebut dipotong miring sesuai dengan celah yang ada pada pohon pokok sepanjang lebih kurang 10 cm, kemudian disisipkan ke dalam belahan di samping pohon pokok yang diikat/dibalut. Bahan yang baik untuk mengikat adalah pita karet, plastik, rafia/kain berlilin. Sebaiknya penyambungan pada pohon pokok dilakukan serendah mungkin supaya tidak dapat kuncup pada tanaman pokok.

Enten-enten yang telah disambung diletakkan di tempat teduh, tidak berangin, dan lembab. Setiap hari tanaman disiram, dan untuk mencegah serangan penyakit sebaiknya tanaman disemprot fungisida. Pada musim kering hama tungau putih sering menyerang, untuk itu sebaiknya dicegah dengan semprotan kelthane.

Bibit biasanya sudah dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 9-16 bulan, dan pemindahannya dilakukan pada saat permulaan musim hujan

b. Penyambungan mata (okulasi)


Pembuatan bibit secara okulasi dilakukan pada pohon pangkal berumur 8-10 bulan. Sebagai mata yang akan diokulasikan diambil dari dahan yang sehat, dengan umur 1 tahun, serta matanya tampak jelas. Waktu yang paling baik untuk menempel yaitu pada saat kulit batang semai mudah dilepaskan dari kayunya. Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm dan lebarnya 8 mm. Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya dan ditarik ke bawah lalu dipotong 6 cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dengan sedikit kayu dari cabang mata (enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yang bermata dimasukkan di antara kulit dan kayu yang telah disayat pada pohon pokok dan ditutup lagi, dengan catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut seluruhnya dengan pita plastik. Bila dalam 3-5 hari matanya masih hijau, berarti penempelan berhasil.

Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya, kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan mata dapat lebih cepat.

Setelah batang yang keluar dari mata mencapai tinggi 1 m, maka bagian pohon pokok yang dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi dan lukanya diratakan, kemudian ditutup dengan parafin yang telah dicairkan. Pohon okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan dan pemindahan yang paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan.

Dalam perbanyakan vegetatif yang perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara agar tetap tinggi (+ 80%) dan suhu udara di tempat penyambungan jangan terlalu tinggi (antara 15-25 derajat C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim hujan lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yang berupa sambungan perlu disiram secara rutin dan dipupuk 2 minggu sekali. Pemupukan bisa bersamaan dengan penyiraman, yaitu dengan melarutkan 1-1,5 gram urea/NPK ke dalam 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dengan dosis sesuai anjuran dalam kemasan. Sedangkan pengendalian hama dan penyakit dilakukan bila perlu saja.

Sumber : deptan.go.id

Posted in Proses Bidang Pertanian | Tagged | Leave a comment

Proses Membasmi Nyamuk Demam Berdarah Dengan Cara Praktis

Proses Membasmi Nyamuk Demam Berdarah Cara Praktis dapat anda pahami dan pelajari dengan membaca tulisan dibawah ini.

Proses Membasmi Nyamuk Demam Berdarah Dengan Cara Praktis

Peralihan musim kemarau ke musim hujan sudah ada di depan mata. Pada saat pancaroba seperti ini Nyamuk Demam Berdarah akan mudah berkembang biak. Penggunaan insektisida dan bahan kimia sebaiknya dikurangi karena sifatnya yang beracun juga membahayakan manusia.

tips Cara Praktis Membasmi Nyamuk Demam Berdarah.

Alat dan Bahan yang dibutuhkan:

- Botol minuman kapasitas 2 liter
- 200ml air
- 50 gram gula merah
- 1 gram tepung ragi
- Termometer
- Pisau/Cutter
- Kertas hitam/lakban/kresek hitam

Langkah-langkah:

1. Potong botol plastik menjadi dua bagian. Ambil bagian bawah botol.
2. Larutkan gula dalam air panas. Biarkan mendingin hingga suhunya normal. Ukur suhunya menggunakan termometer.
3. Tambahkan tepung ragi. Karbon dioksida akan terbentuk dan akan menarik nyamuk.
4. Letakkan bagian atas botol dan balik seperti corong
5. Tutup botol dengan bungkus gelap
6. Tempatkan di sudut di rumah Anda.

Dalam 2 minggu Anda akan terkejut dengan banyaknya nyamuk yang mati di dalamnya.

Sumber : http://www.adsense-id.com/forums/showthread.php/136174-Informasi-Bermanfaat

Posted in Proses Bidang Kesehatan | Tagged , , | Leave a comment